Archive for 2015

Mendiskreditkan ajaran Islam, sebenarnya adalah kegiatan yang sudah ada sejak dahulu, yaitu sejak Nabi Muhammad SAW diutus pertama kali di tanah Arab. Orang-orang Arab Jahiliyah di masa itu tidak pernah kehabisan akal untuk menghalangi manusia dari mendapat hidayah. Ada ada saja akal mereka untuk menjelekkan agama Islam, termasuk menjelekkan pribadi Rasulullah SAW.
Tuduhan kaum kafir terhadap Rasulullah sangatlah tidak berdasar karena jumlah korban dari semua peperangan yang dipimpin langsung oleh Rasulullah selama 23 tahun kenabian Nya kurang dari 1000 orang saja dan itu sudah termasuk jumlah korban kaum  muslimdan kaum kafir.
Rasulullah juga tidak begitu tertarik dengan harta rampasan perang berupa ghanimah bahkan dalam kehidupan sehari harinya Rasulullah tidak pernah kenyang hanya sekedar untuk makan roti saja dan pernah beberapa bulan dapur di rumah tangga Rasulullah tidak pernah berasap karena tidak ada minyak dan bahan makan yang bisa untuk dimasak.

Islam Bukan Agama Darah
Sebenarnya mudah saja untuk menjawab tuduhan-tuduhan palsu, atau ejekan bahwa Islam adalah agama berdarah-darah, memerintahkan pembunuhan, menghalalkan peperangan, sampai mereka bilang bahwa Islam disebarkan lewat pedang.

Mungkin kita tidak perlu diskusi dengan mereka dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran, sebab boleh jadi kita sendiri malah tidak, atau belum banyak belajar ilmu Al-Quran. Mari kita ajak mereka ke dunia yang lebih nyata, yaitu dunia fakta dan data.

Coba kita lihat sejarah Islam, khususnya sejarah nabi Muhammad SAW. Kalau dituduh Islam itu haus darah, coba hitung berapa korban nyawa dalam peperangan, selama Muhammad SAW menjadi rasul. Dr. Muhammad Imarah pernah melakukan hitung-hitungan, ternyata dari 20-an perang besar yang pernah melibatkan Rasulullah SAW, tercatat korban jiwa hanya 386 orang saja. Itu pun sudah termasuk korban dari pihak muslim dan kafir.

Bayangkan, meski ada ayat yang memerintahkan perang dan membunuh orang kafir harbi di medan perang, nyatanya korban jiwa hanya 300-an orang saja sepajang sejarah nabi. Angka itu sangat kecil dibandingkan dengan angka korban jiwa yang terjadi di manapun di muka bumi.


Korban Perang Agama Kristen di Eropa
Coba bandingkan dengan perang saudara sesama Kristen antara sekte Katholik melawan Protestan di Eropa yang jumlah korban jiwa mencapai 10 juta nyawa. Kalau dikatakan bahwa Islam itu haus darah, karena perangnya telah merenggut 386 nyawa, lalu Katholik dan Protestanyang berperang saudara dan menewaskan 10 juta nyawa itu mau kita sebut apa?

Filosuf Perancis, Voltire (1694-1778), menyebutkan bahwa korban nyawa 10 juta orang itu terjadi di masa lalu, sama dengan 40% penduduk Eropa Tengah. Coba pikir lagi, siapa sih yang haus darah?

Korban Revolusi Bolsevic
Di Rusia untuk mewujudkan komunisme dilaksanakan Revolusi Bolsevic pada tahun 1917. Dan untuk itu telah terbunuh 19 juta orang. Setelah komunisme berkuasa, telah terhukum secara keji sekitar 2 juta orang dan sekitar 4 atau 5 juta orang diusir dari Rusia. Apakah kita masih mau bilang Islam itu harus darah, lalu komunisme itu mau kita bilang apa?

Korban Suku Indian
Jauh sebelum benua Amerika didatangai bangsa Eropa, sudah terdapat suku asli yang menghuni dengan damai benua itu. Namun pada tahun 1830 lahir Indian Removal Act, peraturan yang memungkinkan pengusiran terhadap bangsa Indian demi kepentingan para pendatang yang didominasi oleh kulit putih. Akibatnya, lebih dari 70.000 orang Indian diusir dari tanahnya sehingga mengakibatkan ribuan orang meninggal. Apakah Islam masih mau dibilang haus darah, ataukah para koboi Amerika itu yang haus darah?

Korban Rwanda
Di Rwanda, kurang lebih 800.000 suku Tutsi menjadi korban pembantaian terencana oleh tokoh- tokoh militan suku Hutu, bahkan sebagian suku Hutu sendiri yang beraliran moderat, dalam arti tidak memusuhi suku Tutsi, juga menjadi korban pembantaian tersebut.

Korban Perang Dunia Kedua
Di tahun 1945, jumlah populasi umat manusia di muka bumi tercatat sebanyak 1, 9 milyar orang (1.971.470.000 jiwa). Di masa itu terjadi perang dunia kedua, tercatat jumlah korban jiwa mencapai angka fantastis, tidak kurang dari 62 juta orang, tepatnya 62, 537, 400 jiwa. Itu sama saja pembunuhan 3,17% jumlah populasi umat manusia di muka bumi. Dan perang itu melibatkan negara adidaya saat itu, yang nota bene bukan negeri Islam. Masihkah kita menuduh Islam sebagai agama peperangan? Pernahkah peradaban Islam melahirkan perang dunia?

Korban Pembantaian Yahudi di Palestina
Kelompok teroris Yahudi pimpinan Menachem Begin dengan anggota-anggotanya, antara lain Ariel Sharon, pada tahun 1948 pernah membantai 1.000 orang Arab penduduk Deir Yassin, selatan Jerusalem. Dan Ariel Sharon ketika menjabat Menteri Panglima Angkatan Bersenjata Israel, terlibat pembantaian 3.000 warga sipil Palestina di kamp pengungsi Sabhra dan Shatila, selatan Lebanon tahun 1982. Itu bukan perang tapi pembantaian. Pasukan bengis Yahudi Israel datang ke Palestina dan menembaki warga sipil yang tidak berdosa. Masih pulakah kita katakan Islam sebagai agama haus darah? Dan apakah kita masih ingin bilang bahwa Yahudi itu ramah, penuh kasihdan lemah lembut?

Korban Serbia di Bosnia
Pasukan Serbia dipimpin oleh Slobodan Milosevic melakukan operasi pembersihan etnis secara sistematis di kota-kota yang dikuasainya selama perang berlangsung. Sedikitnya 200.000 orang tewas dalam perang empat tahun tersebut. Dan penduduk Bosnia Herzegoviaberagama Islam, sejak zaman khilafah Turki Utsmani. Inikah yang dikatakan agama Islam haus darah?

Pembantaian 3000 jiwa lebih dalam 1 hari dalam Bible...
"Berkatalah ia kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya."
"Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu."
"Kemudian berkatalah Musa: "Baktikanlah dirimu mulai hari ini kepada TUHAN, masing-masing dengan membayarkan jiwa anaknya laki-laki dan saudaranya yakni supaya kamu diberi berkat pada hari ini."  (keluaran 32:27-29)

Pembantaian 50070 orang Beth Shemesh oleh YAHWEH tuhan yahudi Bible..
NKJV: Then He struck the men of Beth Shemesh, because they had looked into the ark of the LORD. He struck FIFTY THOUSAND AND SEVENTY MEN of the people, and the people lamented because the LORD had struck the people with a great slaughter. 1 Samuel 6:19
Dan karena LAI malu karena sadisnya YAHWEH yang sudah membantai puluhan ribu manusia maka LAI merubah terjemahan "FIFTY THOUSAND AND SEVENTY MEN" menjadi "TUJUH PULUH ORANG" saja.
TB: Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh TUJUH PULUH ORANG dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.
Source : www.alkitab.mobi/tb/1Sa/6/19/


Tragedi Pembantaian di Tobelo
Tragedi pembantaian di Tobelo ini, bermula ketika Sinode GMIH (Gereja Masehi Injil di Halmahera) mengkoordinir pengungsian umat Kristen ke Tobelo, yang jumlahnya mencapai 30.000 orang, yang dilakukan secara bertahap, sejak pertengahan November hingga awal Desember 1999.
Puncaknya, pada Jumat 24 Desember 1999 malam (menjelang Hari Natal 25 Desember 1999) dengan beberapa buah truk, telah diangkut ratusan warga Kristen dari Desa Leleoto, Desa Paso dan Desa Tobe ke Tobelo. Dengan alasan untuk pengamanan gereja.
Warga Kristen yang diangkut tersebut menggunakan atribut lengkap (seolah-olah mau perang), seperti kain ikat kepala berwarna merah, tombak, parang dan panah. 
Tobelo merupakan sebuah kota kecamatan di Maluku Utara. Tragedi pembantaian Tobelo merupakan rangkaian kasus Ambon Berdarah yang terjadi sejak 19 Januari 1999.
Kasus Tobelo sendiri berlangung mulai 24 Desember 1999 hingga 7 Januari 2000. Menurut catatan Tim Investigasi Pos Keadilan Peduli Ummat, 688 orang tewas dan 1.500 dinyatakan hilang.

Korban muslim (hanya korban muslim di daerah Tobelo saja belum termasuk ambon, kalimantan, dan poso) yang dibantai oleh pihak "kasih" kristen jumlahnya ribuan orang tapi beritanya tidak mendunia seperti ketika bom bali yang menewaskan ratusan orang, karena semua media berita sudah dikuasai oleh pihak kafir dan begitu juga dengan pemerintah yang selalu lebih mengutamakan minoritas dari pada mayoritas


Data Korban Perang Dalam Sirah Nabawi
Kalau Islam masih dikatakan haus darah, atau disebarkan dengan pedang, mari kita teliti lebih dalam jumlah jumlah korban tewas dalam peperangan dalam sejarah hidup Nabi Muhammad SAW.

  1. Perang Badar tahun 2 Hijriyah, korban kafir 70 orang, korban muslim 14 orang
  2. Operasi Abdullah bin Jahsy tahun 2 Hijriyah, korban kafir1 orang, korban muslim tidak ada.
  3. Perang As-Sawiq tahun 2 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim tidak ada.
  4. Operasi Ka'ab bin Asyraf tahun 3 Hijriyah, korban kafir 1 orang, korban muslim tidak ada
  5. Perang Uhud tahun 3 Hijriyah, korban kafir 22 orang, korban muslim 70 orang
  6. Perang Hamra'ul Asad tahun 3 Hijriyah, korban kafir 1 orang, korban muslim tidak ada
  7. Operasi Raji' tahun 3 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim 7 orang
  8. Operasi Bi'ru Ma'unahtahun 3 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim 27 orang
  9. Perang Khandaq tahun5 Hijriyah, korban kafir 3 orang, korban muslim 5 orang
  10. Perang Bani Quraidhahtahun 5 Hijriyah, korban kafir 600 orang, korban muslim tidak ada. Tapi sebenarnya angka ini tidak bisa dikatakan sebagai korban perang, karena 600 orang itu memag dihukum mati karena pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
  11. Operasi Atik 5 Hijriyah, korban kafir1 orang, korban muslim tidak ada
  12. Perang Dzi Qird tahun6 Hijriyah, korban kafir 1 orang, korban muslim-muslim orang
  13. Perang Bani Mushthaliq tahun6 Hijriyah, korban kafirtidak ada, korban muslim 1 orang
  14. Perang Khaibar tahun 7 Hijriyah, korban kafir 2 orang, korban muslim 20 orang
  15. Perang Wadilqura tahun 7 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim 1 orang
  16. Perang Mu'tah tahun 8 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim 11orang
  17. Perang Fathu Makkah tahun 8 Hijriyah, korban kafir 17 orang, korban muslim3 orang
  18. Perang Hunain tahun 8 Hijriyah, korban kafir 84 orang, korban muslim 4 orang
  19. Perang Thaif tahun 8 Hijriyah, korban kafir tidak ada orang, korban muslim 13 orang
  20. Perang Tabuk tahun 2 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim tidak ada

Itulah data otentik korban perang dalam sejarah nabi Muhammad SAW selama 23 tahun berdakwah, jumlahnya hanya 386 jiwa saja + 600 yahudi yang dijatuhi hukuman mati karena penghianatanya, sudah termasuk muslim dan kafir.

Mana buktinya kalau Islam itu haus darah dan memerintahkan pembunuhan? Semua itu hanya tuduhan yang tidak jelas ujung pangkalnya, buatan orang-orang kafir yang pandai menipu. Mereka gunakan ayat Quran untuk mencari-cari alasan bahwa Islam itu haus darah, ternyata argumentasi mereka mentah, sebab di dalam tataran sejarah, tidak pernah terbukti tuduhan itu.

Isu teroris yang selalu di dengungkan oleh media media itu hanyalah rekayasa negara penjajah yaitu Amerika dan antek anteknya dengan tujuan untuk menutupi kebiadaban mereka yang sudah membantai jutaan kaum muslim di timur tengah demi mendapatkan daerah jajahan yang kaya akan minyak dan bahan mineral lainnya dan fakta juga sudah membuktikan bahwa Amerika yang aktif melanjutkan misi penjajahan kristen yaitu gold, glory and gospel telah berhasil merampok ribuan ton emas kepunyaan Iraq pimpinan Sadam Husain dan sekaligus Amerika membantu teman lamanya yaitu kaum Syiah yang memang selalu memusuhi Islam dari dulu.
"maling teriak maling" adalah peribahasa yang sangat tepat untuk negara negara penjajah yang notabene berasal dari negara negara mayoritas kristen dan dengan kelicikanya mereka selalu merekayasa isu teroris untuk kaum muslim yang pada faktanya adalah korban kebiadaban negara negara penjajah tersebut. 

Justru kehidupan di luar Islam adalah kehidupan yang penuh bersimbah darah, kebiadaban dan kekejaman yang sangat mengerikan.

Amerika Serikat Adalah Pemimpin Negara Teroris Sejati Dunia ! 
Ini Daftar Kejahatannya

Setiap orang yang melihat sejarah Amerika yang mengakui bahwa mereka adalah bangsa beradab. Mereka adalah negara maju. Peradaban mereka juga merupakan peradaban mutakhir di muka bumi. Amerika ingin memublikasikan nilai-nilai dan keadilan, dengan dalih melawan terorisme global. Namun sejatinya Amerika adalah pelaku terorisme dan kejahatan terbesar di dunia.

Tidak perlu banyak bicara untuk mengungkap bahwa Amerikalah yang paling besar kejahatannya dalam sejarah peradaban manusia …. Mereka melakukan kejahatan yang paling mengerikan. Tak seorang pun dari penduduk dunia yang tidak tahu. Kami akan menghadirkan catatan tentang mereka, di antaranya:


Pertama: Suku Indian
Amerika menamai penduduk asli benua Amerika dengan sebutan Redkins dan mengangkat slogan slogan “Genosida lebih mudah daripada mengkristenkan” terhadap mereka.

Pada tahun 1664 M, dirilis sebuah buku yang berjudul: (Giant) ditulis oleh (Jordjack) yang berisi saran bagi para pimpinan negara-negara Protestan Anglo-Saxon (Britania Raya) ke benua baru, Amerika. Dikatakan: Pemusnahan bangsa Indian jauh lebih mudah daripada upaya mengkristenkan atau menjadikan mereka terpelajar. Mereka adalah orang idiot, barbar dan telanjang. Dengan keadaan seperti ini sulit menjadikan mereka terpelajar.

Sesungguhnya mengalahkan mereka itu mudah, tetapi menjadikan mereka terpelajar memakan waktu yang lama. Genosidalah cara untuk mempersingkat waktu ini. Sarana untuk meraih kemenangan atas mereka banyak: dengan kekerasan, kejutan, kelaparan, membakar tanaman, menghancurkan kapal dan rumah-rumah, merobek jaring ikan, dan di tahap akhir pengejaran dengan kuda yang cepat dan anjing yang dapat menakut-nakuti mereka. Karena ini dapat merusak tubuh mereka yang tanpa pakaian.

Kedua: Afrika
Setelah benua Amerika terbebas dari para budak (RedSkins), orang Amerika memutuskan untuk mengimpor jutaan budak (berkulit gelap) untuk melayani “bangsa terpilih”. Para koboi pergi ke laut berkeliaran di pantai-pantai Afrika untuk berburu “budak” dan memasukkan mereka ke dalam kapal kargo. Kejahatan-kejahatan mereka yang lain digunakan untuk “mengobati” kejahatan pertama tentang perampasan hak suku Indian!

Kejahatan-kejahatan lain masih dilakukan, namun mereka merasa belum cukup, kemudian membangun kejahatan-kejahatan baru!
Pertama kalinya, orang Eropa dan Amerika telah membawa setidaknya 12 juta orang Afrika untuk diperbudak. Mereka datang dengan tangan diborgol. Portugal di antara negara-negara Eropa lainnya termasuk yang paling banyak membawa mereka ke negeri-negeri dunia baru di Amerika, tanpa memberikan jaminan apa pun bagi makhluk Afrika ini. Ulah mereka tidak lebih baik daripada saat mereka berurusan dengan segerombolan tikus.

Kejadian ini telah dilaporkan ke UNESCO pada tahun 1978. Laporan ini menceritakan kengerian yang terjadi pada orang-orang Afrika dan bencana kemanusiaan yang menimpa mereka untuk memuluskan tujuan “rekonstruksi” Amerika, negara yang terlibat dalam kekerasan dan kejahatan serta pilar pokok tersebarnya keburukan.

Dinyatakan bahwa Afrika telah kehilangan anak-anaknya sekitar 210 juta orang dalam perdagangan budak. Setidaknya 25 juta orang Afrika dikirim dari seluruh benua Afrika dari (pulau Gore) yang letaknya menghadap ibukota Senegal (Dakar). Sebagian dari mereka telah mati sebelum tiba di dunia baru, dikarenakan menempuh perjalanan yang penuh siksaan di dalam kapal kargo ternak. Mereka dikebiri agar mereka tidak menghasilkan keturunan. Jika ada yang sudah berusia dan tidak dapat bekerja untuk melayani masyarakat pendukung Protestan –penyeru surga, cinta, perdamaian, kebebasan, persaudaraan dan persamaan–, mereka menembaknya dengan peluru yang dinamai dengan “peluru rahmat”. Banyak dari mereka berduka dan dibunuh sia-sia dengan peluru pembunuh ini!

Disebutkan di sini bahwa Amerika, dan khususnya Amerikalah yang menggagalkan konferensi (Durban) pada tahun 2000 saat orang-orang Afrika menuntut kompensasi atas apa yang terjadi pada mereka. Bahkan sekedar meminta maaf saja, Amerika menolak! Amerika menentang kehendak masyarakat internasional, saat mereka mengajukan perang dan pembunuhan terhadap kaum Muslim di Irak, dengan restu dari Arab Saudi dan para ulama serta negara-negara budaknya. Sebagaimana halnya saat mereka menentang kehendak 3500 organisasi kebangsaan untuk Hak Asasi Manusia dan 184 negara. Amerika dan anak kesayangannya, Israel, menarik diri dari Konferensi. Meskipun demikian, banyak orang lupa kejahatan Amerika dan justru mengangkat slogan: Amerika Sang Penghapus Perbudakan!

Pemilik akal merasakan kenikmatan dengan akalnya
Sedangkan orang bodoh merasa nikmat dengan kesengsaraan

Amerika sibuk mencampuri urusan dunia selama tiga abad, meninggalkan negara asli bangsa Saxon (Inggris). Setelah pecahnya Perang Dunia II, Amerika memutuskan untuk menampakkan keburukan, kejahatan, dan gangguan mereka kepada dunia. Hal ini dimulai dengan Tragedi berdarah yaitu dengan menjatuhkan bom atom di Jepang, meskipun Perang Dunia II hampir berakhir dalam waktu dekat dan saat Stalin tidak menghentikan pergerakan pasukannya ke jantung Jerman.

Amerika ingin menyampaikan pesan bahwa mereka memiliki berbagai senjata. Maka Jenderal George Marshall Komandan Militer AS pada saat itu memerintahkan untuk melaksanakan pemboman terhadap sebuah kota yang luas di Jepang yang padat penduduk, maka diterbangkanlah 334 pesawat Amerika untuk menjatuhkan bom untuk menghancurkan area seluas 16 mil persegi. Membunuh dalam hitungan jam, sekitar 100 ribu orang, dan sekitar satu juta orang mengungsi dalam operasi neraka di Tokyo dan 64 kota di Jepang lainnya.

Kemudian diakhiri dengan adegan berdarah, adegan terakhir paling berdarah di era kemanusiaan yang tidak ada sebelum datangnya era Amerika. Sungguh pada hari ini Amerika –sebagai otoritas yang paling di depan– menyerukan peringatan terhadap penggunaan senjata pemusnah massal. Padahal merekalah manusia pertama kali yang menggunakannya saat yang lain belum menggunakannya. Yaitu saat mereka menjatuhkan dua bom nuklir di atas kota Hiroshima dan Nagasaki, yang menyebabkan puluhan ribu jiwa tanpa perbedaan antara sipil dan militer, atau seorang pria, wanita dan anak.

Setelah Perang Dunia II berakhir, terjadi kemelut antara Amerika dan Korea Utara dikarenakan ketakutan Amerika atas penyebaran pengaruh Soviet di Asia Tenggara. Atas hal ini, Amerika masuk ke wilayah Korea. Orang Amerika melengserkan pemerintahan rakyat (demokrasi), memasukkan negara itu ke dalam perang brutal sehingga terjadi kebakaran dan kehancuran.

Pada saat yang sama, Amerika memberikan kepuasan psikologis di hati para pemimpin (orang-orang terpilih). Noam Chomsky, penulis Amerika ketika menggambarkan hasil perang itu mengatakan, “Kami telah mengobarkan perang berdarah, dan menewaskan 100 ribu orang …. Di provinsi yang kecil, 30.000-40.000 dari mereka tewas selama pemberontakan yang dilakukan para petani”.

Noam Chomsky menggambarkan bagaimana pemerintahnya menginjak-injak “nilai-nilai” demokrasi – ketika demokrasi dirasa menghalangi kepentingan mereka sendiri. Dia berkata, “Revolusi fasis di Kolombia tidak akan mendatangkan kekayaan kecuali sedikit, maka Amerika pun tidak punya alasan untuk ikut campur. Amerika juga tidak tertarik dalam kudeta militer di Venezuela, dan kembalinya kekuatan fasisme di Panama. Namun, kepahitan dan permusuhan yang memanas dalam pemerintah kita ketika Guatemala memiliki sebuah pemerintahan hasil demokrasi untuk pertama kalinya setelah dalam sejarah Guatemala.”[1].

Sementara itu, Amerika tidak peduli bahwa rezim diktator yang bertentangan dengan demokrasi selama mereka melayani tujuan Barat. Amerika telah membinasakan – seperti kata Chomsky – ketika banyak pemerintahan demokrasi tidak melayani kepentingan kriminalitas mereka. Dia mengatakan, “Pemerintah kita telah menghambat beberapa pemerintah parlemen, dan menjatuhkan beberapa dari mereka, seperti yang terjadi di Iran pada tahun 1953, Guatemala pada tahun 1945, dan Chile pada tahun 1972, dan proses ini berlangsung sangat tidak alami.

Pembunuhan yang biasa tidaklah terjadi. Kita biasanya menggerakkan pasukan khusus seperti di Nikaragua, atau pekerjaan agen teroris kita di El Salvador atau Guatemala. Akan tetapi dengan cara yang jelas, yaitu pembunuhan dan penyiksaan yang sadis: menggantung kaki para wanita, setelah memotong payudara, merenggut keperawanan, memenggal kepala dan menancapkannya di tombak, dan membenturkan anak-anak kecil di dinding sampai mereka mati.”

Jumlah korban tewas Vietnam saat perang berakhir pada tahun 1957 lebih dari satu juta jiwa, inilah angka yang populer. Majalah New York Times (8/10/1997) menerbitkan bahwa jumlah sebenarnya mencapai 3,6 juta orang. Namun ini tidak cukup untuk memuaskan haus darahnya mereka. Pemerintah Amerika pada awal Maret 2002 telah mengungkapkan bahwa mantan presiden Amerika Richard Nixon dalam sebuah percakapan telepon dengan Kissinger pada bulan April 1972 mengatakan, “Saya lebih memilih menggunakan bom atom.” Kissinger menjawab, “Saya pikir pilihan ini sangat berbahaya.” Nixon lalu berkata dengan marah, “Apakah ide ini mengganggumu? Aku ingin kamu menjadi lebih berani.”[2]

Adapun apa yang terjadi antara tahun 1952, 1973, tidak pantas untuk diekspos (menurut Amerika) karena jumlah korban yang meninggal bukan dari kalangan mereka, orang Amerika, Israel maupun Inggris. Sungguh Amerika telah membunuh dalam rentang waktu di atas sekitar sepuluh juta orang Cina, Korea, Vietnam, Rusia dan Kamboja.

Pada awal Perang Vietnam, perang yang sampai pada pertengahan 1963 tersebut menyebabkan pembunuhan 160 ribu orang, penyiksaan sekitar 700 ribu orang, pemerkosaan terhadap sekitar 31 ribu wanita, pembelahan perut orang yang masih hidup hampir 3000 orang, pembakaran 4000 lainnya sampai mati, menyerang 46 desa dengan zat beracun, menyebabkan penghancuran kota Hanoi pada tahun 1972 yang mencederai lebih 30 ribu anak-anak sehingga menjadi tuli permanen, dan hilangnya 300 ribu keluarga atau salah satu anggotanya.

Jual inverter

Posted by : Kristolo 0 Comments
Dunia listrik memang selalu
mempunyai inovasi yang tidak akan
berhenti. berbagai alat dan juga
teknologi listrik selalu berkembang
salah satunya alat yang bernama
Invester, alat ini bisa kita temui di
berbagai pabrik industri dan bahkan
di perkantoran. memang alat ini
masih tergolong mahal namun
melihat fungsi dan kegunaan alat ini
sangat membantu dan juga
memangkas uang biaya produksi.
Bagi anda yang belum begitu paham
apa itu Inverter saya akan jelaskan
fungsi dan kerja Inverter. Inverter
adalah salah satu alat untuk
mengubah arus AC ke DC untuk
menyuplay listrik ke dinamo motor
dengan arus DC, jadi alat ini aslinya
mempunyai multi fungsi, merubah AC
ke DC kemudian mengeluarkannya
dengan arus AC kembali. semua ini
dilakukan dengan mengubah
potensiner yang terdapat pada
inverter tersebut. selain itu kita dapat
dengan gampang mengubah daya
sesuai dengan keinginan kita.
Selain untuk mengubah arus inverter
juga di manfaatkan untuk
menyetabilkan tegangan output jadi
bisa di bilang kalau kita
menggunakan inverter tegangan yang
di hasilkan tidak akan berubah-
rubah, beda dengan stabilizer yang
hanya berfungsi untuk menyetabilkan
arus tanda bisa merubah tegangan,
namun Inverter bisa merubah
tegangan listrik.
Kalau anda Paham dengan cara kerja
AC matic makan anda akan sedikit
paham menggunakan alat ini. karena
inverter merupakan pengapliasian
dan AC matic serta pengapliasian
dari trafo step up dan step down,
dalam dunia industri inverter ini
sangat berperan penting karena
motor pada industri bekerja dengan
mengatur ukuran supplay tegangan,
untuk itulah inveter sangat
dibutuhkan.
Dalam rangkaian Inverter kita bisa
merubah semua kebutuhan dari
frekuensi, ampere, high speed, low
speed, torsi dan banyak lagi, semua
ini bisa dilakukan mudah dengan
mengikuti panduan manual pada buku
pedoman yang di terbitkan oleh merk
inverter tersebut. Protokol di
implementasikan setiap inveter juga
berbeda-beda. Ada yang
menggunakan Analog output PLC,
Profibus, Sysmac (Omron), USS,
Controlnet dan lain-lain. itulah fungsi
inverter serta kegunaannya.

Jual inverter

Posted by : Kristolo 0 Comments

- Copyright © Jual Inverter - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -